<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4372610888671888579</id><updated>2012-02-16T12:55:59.569-08:00</updated><category term='mahasiswa ideal'/><title type='text'>Aini's Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ainifitri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aini_nur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03111946608993568807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-C-3_xFe0_A/SmuirlvtZEI/AAAAAAAAAAc/j2s05-dSeQY/S220/t192.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4372610888671888579.post-8226479539447283369</id><published>2009-08-07T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T17:01:04.563-07:00</updated><title type='text'>fitoremediasi</title><content type='html'>Fitoremediasi berasal dari bahasa Yunani phyto (phyton) yang berarti tumbuhan/tanaman (plant), remediare (bahasa Latin) yang artinya memperbaiki/ menyembuhkan atau membersihkan sesuatu. Jadi fitoremediasi (phytoremediation) merupakan suatu sistem dimana tanaman tertentu yang bekerja sama dengan mikroorganisme dalam media (tanah, koral dan air) dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/polutan) menjadi kurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang berguna secara ekonomi.&lt;br /&gt;Sistem pengolahan limbah dengan tanaman ini berlangsung secara alami. Ada enam tahap proses secara serial yang dilakukan tumbuhan terhadap zat kontaminan/ pencemar yang berada di sekitarnya, yaitu:&lt;br /&gt;1. Phytoacumulation (phytoextraction) yaitu proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga berakumulasi di sekitar akar tumbuhan, proses ini disebut juga hyperacumulation &lt;br /&gt;2. Rhizofiltration (rhizo= akar) adalah proses adsorpsi atau pengendapan zat kontaminan oleh akar untuk menempel pada akar. Proses ini telah dibuktikan dengan percobaan menanam bunga matahari pada kolam mengandung zat radio aktif di Chernobyl di Ukraina. &lt;br /&gt;3. Phytostabilization yaitu penempelan zat-zat kontaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin terserap ke dalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil) pada akar sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media. &lt;br /&gt;4. Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere biodegradation, or plented-assisted bioremidiation degradation, yaitu penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas microba yang berada disekitar akar tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri. &lt;br /&gt;5. Phytodegradation (phyto transformation) yaitu proses yang dilakukan tumbuhan untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan susunan molekul yang lebih sederhana yang dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri. Proses ini dapat berlangsung pada daun, batang, akar atau di luar sekitar akar dengan bantuan enzym yang dikeluarkan oleh tumbuhan itu sendiri. Beberapa tumbuhan mengeluarkan enzym berupa bahan kimia yang mempercepat proses degradasi. &lt;br /&gt;6. Phytovolatization yaitu proses menarik dan transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan dalam bentuk yang telah menjadi larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk selanjutnya di uapkan ke atmosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200 sampai dengan 1000 liter perhari untuk setiap batang.  &lt;br /&gt;Jenis-jenis tanaman yang sering digunakan untuk fitoremediasi adalah; Anturium Merah/Kuning, Alamanda Kuning/Ungu, Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/Putih, Dahlia, Dracenia Merah/Hijau, Heleconia Kuning/Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/Hitam, Kenyeri Merah/Putih, Lotus Kuning/Merah, Onje Merah, Pacing Merah/Putih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Fitoremediasi cukup efektif dan murah untuk menangani pencemaran terhadap lingkungan oleh logam berat dan B3 sehingga dapat digunakan untuk remediasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan menanam tumbuhan pada lapisan penutup terahir TPA dan menggunakan sistem wetland bagi kolam leachit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4372610888671888579-8226479539447283369?l=ainifitri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainifitri.blogspot.com/feeds/8226479539447283369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/08/fitoremediasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/8226479539447283369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/8226479539447283369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/08/fitoremediasi.html' title='fitoremediasi'/><author><name>aini_nur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03111946608993568807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-C-3_xFe0_A/SmuirlvtZEI/AAAAAAAAAAc/j2s05-dSeQY/S220/t192.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4372610888671888579.post-3331164562846872745</id><published>2009-08-04T16:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T16:34:10.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa ideal'/><title type='text'></title><content type='html'>Mahasiswa yang ideal adalah mahasiswa yang mampu menemukan jati dirinya dari proses akademik yang ia jalani. ia tidak hanya mencari nilai atau IPK yang bagus, tapi ia juga memahami keadaan sosial di masyarakat, ia mampu memposisikan dirinya dengan benar. ia mampu melihat realita yang ada di hadapannya dan mampu bertindak, bukan hanya dengan ucapan tapi dengan action/ tindakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4372610888671888579-3331164562846872745?l=ainifitri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainifitri.blogspot.com/feeds/3331164562846872745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/08/mahasiswa-yang-ideal-adalah-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/3331164562846872745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/3331164562846872745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/08/mahasiswa-yang-ideal-adalah-mahasiswa.html' title=''/><author><name>aini_nur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03111946608993568807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-C-3_xFe0_A/SmuirlvtZEI/AAAAAAAAAAc/j2s05-dSeQY/S220/t192.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4372610888671888579.post-7685151367675742041</id><published>2009-07-25T17:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T21:39:53.947-07:00</updated><title type='text'>biopori</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara alami, biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, di daerah perkotaan, keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunan-bangunan sehingga lubang biopori menjadi semakin langka. Lagi pula, banyaknya pepohonan tidak selalu mengartikan akan ada banyak air yang terserap, karena permukaan tanah yang tertutup lumut membuat air tidak dapat meresap ke tanah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuatlah lubang resapan atau sumur resapan buatan manusia yang sekarang dikenal dengan lubang biopori. Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman belakang atau taman dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekira 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air. Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom atau dinding lubang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Dengan aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresap air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik ke dalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekomposisi ini dikenal dengan kompos. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Melalui proses itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h5&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;jika kita membuat biopori,kita dapat memperoleh manfaat sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="padding: 0pt 10px; display: inline-block; width: 500px; text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mencegah banjir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Banjir sendiri telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga Jakarta. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h2  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat pembuangan sampah organik&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri di kota Jakarta. Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dlaam lubang biopori yang kita buat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h2 style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyuburkan tanaman&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meningkatkan kualitas air tanah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Organisme dalam tanah mampu membuat samapah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak manfaat untuk lingkungan kita dengan adanya biopori, maka membuat biopori dapat menjadi salah satu pertimbangan kita agar lingkungan kita menjadi lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4372610888671888579-7685151367675742041?l=ainifitri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainifitri.blogspot.com/feeds/7685151367675742041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/07/biopori.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/7685151367675742041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/7685151367675742041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/07/biopori.html' title='biopori'/><author><name>aini_nur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03111946608993568807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-C-3_xFe0_A/SmuirlvtZEI/AAAAAAAAAAc/j2s05-dSeQY/S220/t192.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4372610888671888579.post-3968463425480876678</id><published>2009-07-25T17:11:00.001-07:00</published><updated>2009-07-25T17:11:49.738-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Peneliti : Lalat Membawa Virus Flu Burung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Rabu, 21 September 2005 | 18:02 WIB &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Yogyakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;:Hasil penelitian guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menyimpulkan, lalat rumah dan lalat kandang positif terjangkit &lt;i&gt;virus Avian Influenza&lt;/i&gt; (flu burung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel lalat yang diteliti berasal dari tiga daerah yaitu Karanganyar (Jawa Tengah), lima kabupaten di Sulawesi Selatan serta dari Tuban (Jawa Timur). Hasilnya, lalat yang diambil dari Karanganyar dan Sulawesi Selatan positif terjangkit virus flu burung.&lt;br /&gt;"Penelitian kami lakukan sejak Juni lalu setelah saya tidak menjadi Dirjen Peternakan. Hasilnya membuktikan, lalat-lalat dari Karanganyar dan Sulawesi Selatan positif terkena virus flu burung tipe A dengan&lt;br /&gt;sub tipe H5N1. Sedang sampel yang dari Tuban, hasilnya negatif," kata Profesor Warsito didampingi istrinya yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Profesor Hastari Puryanti, Rabu (21/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan meneliti, karena lalat, selama ini&lt;br /&gt;dikenal sebagai hewan yang suka terbang (migrasi) ke berbagai tempat termasuk hinggap di bangkai-bangkai ayam, babi dan sebagainya yang kemudian secara tiba-tiba bisa hinggap di makanan. Setiap satu kabupaten, Warsito meneliti 100 miligram lalat atau lima sampai enam ekor lalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalat yang diteliti, meliputi lalat rumah dan lalat kandang, lalat hijau yang ukurannya lebih besar.&lt;br /&gt;Penelitian, dilakukan tiga kali. Pertama untuk membuktikan keberadaan virus flu burung. Jika terbukti&lt;br /&gt;ada, dilakukan penelitian kedua untuk mengetahui tipe&lt;br /&gt;virusnya dan ketiga untuk mengetahui sub tipenya.&lt;br /&gt;"Hasilnya, baik lalat kandang maupun lalat rumah di Sulawesi Selatan dan Karanganyar, positif terkena flu burung. Hasil penelitian ini jelas membuat pekerjaan kita semakin berat,"kata Warsito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, lalat berkembang sangat pesat, dalam waktu tiga bulan, sepasang lalat jantan dan betina bisa berbiak menjadi lebih dari satu triliun ekor lalat. Virus flu burung yang ada pada lalat, menurut Warsito, secara teori bisa menular ke manusia, terlebih virus tersebut berasal dari sub tipe H5N1.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4372610888671888579-3968463425480876678?l=ainifitri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainifitri.blogspot.com/feeds/3968463425480876678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/07/peneliti-lalat-membawa-virus-flu-burung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/3968463425480876678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/3968463425480876678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/07/peneliti-lalat-membawa-virus-flu-burung.html' title=''/><author><name>aini_nur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03111946608993568807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-C-3_xFe0_A/SmuirlvtZEI/AAAAAAAAAAc/j2s05-dSeQY/S220/t192.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4372610888671888579.post-4294138710342933157</id><published>2009-07-25T16:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T17:01:12.945-07:00</updated><title type='text'>penelitian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;s&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;etiap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;pstilah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;menginginkan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;setidaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;berharap&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;dia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;melakuakn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;penelitian&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;. ya.. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;memang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;tugas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;akhir&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;membuat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;skripsi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;bagi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;mhsswa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; S-1). &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;tapi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;gmn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;si&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; agar &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;mampu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;penulis&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;baik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;? &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;terlebih&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;dahulu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;harus&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;meluruskan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;niat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;.. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;innamal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;a'malu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; bin &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;niat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;niat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;harus&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;bener&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;2 &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;tulus&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;ikhlas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;dll&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;niat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;penting&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;menjalankan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;misi&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;penleitian&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;melakukan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;terkecil&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;sehari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;hari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;menemukan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;masalah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;jadikan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;penelitian&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;. peneliti yang baik juga harus mampu menuliskan hasil penelitiannya. bagaimana jadi penulis yang baik kalau tidak mampu menulis? percuma saja, semua orang perlu bukti bukan cuma omong belaka. oleh karena itu, kita bisa mulai dari sekarang, mengamati banyak hal di sekitar kita, dan menemukan ide2 penelitian sehingga mampu melakukan penelitian. karena bangsa yang besar ialah bangsa yang mampu menciptakan sesuatu bukan hanya mampu menggunakan saja, sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang produktif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4372610888671888579-4294138710342933157?l=ainifitri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainifitri.blogspot.com/feeds/4294138710342933157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/07/penelitian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/4294138710342933157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4372610888671888579/posts/default/4294138710342933157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainifitri.blogspot.com/2009/07/penelitian.html' title='penelitian'/><author><name>aini_nur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03111946608993568807</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_-C-3_xFe0_A/SmuirlvtZEI/AAAAAAAAAAc/j2s05-dSeQY/S220/t192.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
